Tugas 1_2_Ibrahim Husein
Definisi budaya & kebudayaan
:
pikiran; akal budi, adat
istiadat, sesuatu mengenai kebudayaan yang sudah berkembang (beradab, maju),
sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sudah sukar diubah.
Budaya atau kebudayaan berasal
dari bahasa
Sanskerta yaitu buddhayah,
yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan
sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia.Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang
berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga
sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang
diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
Budaya adalah
suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok
orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi.[1] Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.[1] Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri
manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara
genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya, dan
menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.[1]
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. Budaya bersifat kompleks,
abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif.
Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar, dan meliputi banyak kegiatan sosial
manusia.[2]
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi
dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah
suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang
mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri."Citra yang
memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti
"individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan alam"
di Jepang dan "kepatuhan kolektif" di Tiongkok.
Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya
dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia maknadan
nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk
memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren
untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan
perilaku orang lain.
Kebudayaan sangat erat
hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski
mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan
oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat
itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari
satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut
sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian
nilai sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan
struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala
pernyataan intelektual, dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang
kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian,
moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat
seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan, dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah
sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Menurut M.Selamet Riyadi, Budaya adalah suatu bentuk rasa cinta dari
nenek moyang kita yang di wariskan kepada seluruh keturunannya
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai
kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan, dan
meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga
dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh
manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku, dan benda-benda yang
bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup,
organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang semuanya ditujukan untuk
membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Karakteristik kebudayaan :
1. Culture is an adaptive mechanism (Adaptif)
Artinya, suatu kebudayaan adalah mekanisme dalam mempertahankan pola
kehidupan manusia. Kebudayaan adalah suatu mekansime yang dapat menyesuaikan
diri. kebudayaan adalah sebuah keberhasilan mekanisme bagi spesis manusia.
Kebudayaan memberikan kita sebuah keuntungan selektif yang besar dalam
kompetisi bertahan hidup terhadap bentuk kehidupan yang lain.
2. Culture is learned (Dipelajari)
Artinya, bahwa kebudayaan didapat dari proses pembelajaran untuk
berbudaya, karena secara naluriah saja manusia akan hidup tanpa sebuah
kebudayaan. Budaya bukanlah suatu hal yang naluriah, dimana kita telah
terprogram untuk mengetahui fakta-fakta dari budaya tersebut. Oleh karena itu
salah satu dari karakteristik budaya adalah diperoleh dari hasil pembelajaran.
Manusia lahir ke dunia dengan sifat dasar, yaitu ‘lapar’ dan ‘haus’. Akan
tetapi manusia belum memiliki suatu bentuk pola naluriah untuk dapat memuaskan
sifat dasar itu.
Selain itu manusia saat lahir juga tidak dibekali pengetahuan tentang
budaya atau cultural knowledge. Tetapi manusia secara genetis
terpengaruh untuk belajar/mempelajari bahasa dan tanda-tanda kebudayaan lainnya
(cultural traits). Seorang bayi akan berada di suatu tempat (disini bisa
diakatakan sebuah keluarga), dan mereka tumbuh dan belajar tentang kebudayaan
sebagai sesuatu yang mereka miliki.
3. Cultures change (Berubah)
Artinya, bahwa kebudayaan berkembang sesuai dengan berjalanya waktu dan
dinamis setiap saat, tergantung waktu dan tempat berlangsungnya kebudayaan.
Kebudayaan bukan sesuatu yang terus-menerus tetap dan bertumpuk. Pada
waktu yang sama dimana suatu kebudayaan ada, terdapat tanda-tanda kebudayaan
baru. Tanda-tanda dari kebudayaan itu bisa sebagai tambahan (addition) atau
pengurangan (subtraction). Tanda-tanda ini menyebabkan perubahan kebudayaan.
Hal ini disebabkan kebudayaan berubah dan berkembang secara dinamis setiap
saat: kebudayaan tidak statis. Berbagai aspek kebudayaan beserta tanda-tandanya
akan terjalin rapat menjadi suatu pola yang sangat kompleks.
4. People usually are not aware of their culture (Tidak disadari
oleh masyarakatnya)
Artinya, bahwa kebudayaan berkembang dan dinamis setiap saat, tergantung
waktu dan tempat berlangsungnya kebudayaan.Cara kita bergaul dan melakukan
segala sesuatu dalam keseharian kita terkesan berjalan dengan alami atau
natural.
Kebanyakan dari kita sebagai manusia tidak sadar akan budaya. Hal itu disebabkan
oleh manusia yang pada dasarnya sangat dekat dengan kebudayaan itu dan
mengetahuinya dengan sangat baik. Manusia merasakan bahwa semuanya seolah-olah
terjadi begitu saja (mewarisi secara biologis). Dan biasanya manusia hanya akan
sadar bahwa pola kelakuan mereka bukanlah sesuatu yang individual ketika mereka
mulai berinteraksi dengan manusia dari kebudayaan lain.
We do not know all of our own country (Tidak diketahui secara
keseluruhan)
Artinya, bahwa semua masyarakat tidak ada yang mengetahui secara
keseluruhan suatu kebudayaan yang ada dalam lingkup daerahnya, hanya saja yang
diketahui berupa fakta-fakta sosial.Tidak ada satupun orang yang bisa
mengetahui budaya mereka secara keseluruhan. Dalam masyarakat, terdapat
pengetahuan tentang budaya yang terbatas terhadap fakta-fakta kelas sosial,
pekerjaan, agama, dan perkumpulan-perkumpulan lain. Dari hal ini dapat
disimpulkan bahwa sejatinya kebudayaan tidak dapat diketahui secara
keseluruhan.
Culture gives us a range of permissible behavior patterns (memberikan
dan membatasi pola tingkah laku)
Artinya, bahwa kebudayaan memberikan jarak dalam interaksi dan membatasi
pola tingkah laku masyarakatnya.Kebudayaan umumnya memberikan jarak dalam cara
bagaimana laki-laki sebagai laki-laki, wanita sebagai wanita.
Kebudayaan juga memberikan gambaran bagaimana perbedaan aktivitas yang
seharusnya ada dan tidak ada, seperti bagaimana seorang suami bertindak sebagai
suami, bagaimana seorang istri bertindak sebagai seorang sebagai istri, dan
sebagainya. Aturan ini biasanya bersifat fleksibel atau tergantung dari
masyarakat daerahnya, serta kadar dan tingkatnya. Di negara Amerika Utara
contohnya, kebudayaan mereka mengajarkan bahwa seorang harus berpakaian sesuai
dengan jenis kelamin mereka (gender). Akan tetapi mereka boleh memakai pakaian
dengan cara yang berbeda pada saat siutasi yang berbeda.
Cultures no longer exist in isolation (Tidak bertahan lama disuatu
daerah terpencil)
Artinya kebudayaan tidak akan bertahan lama dalam suatu wilayah atau
daerah terpencil. Apabila suatu kebudayaan baru memasuki wilayah tersebut, maka
secara alamiah masyarakat disana akan berkembang dan mulai beradaotasi dengan
kebudayaan-kebudayaan baru. Hal ini akan menyebabkan suatu budaya sulit
bertahan (asli) di suatu tempat karena akan dipengaruhi oleh budaya-buadaya
dari daerah lain disekitarnya.
Culture is shared (Dibagikan)
Artinya, bahwa suatu kebudayaan merupakan kumpulan prinsip dan keyakinan
baik, sehingga manusia tersebut akan berusaha melestarikan dengan cara
menyebarkan ke manusia lain. Suatu kebudayaan dimiliki secara bersama-sama oleh
sekelompok orang. Berdasarkan wilayah, kondisi iklim, dan warisan sejarah,
mereka tumbuh dan berkembang di dalamnya. Setiap masyarakat memiliki suatu
nilai dan keyakinan, dimana kumpulan-kumpulan prinsip/asas/dasar nilai dan
keyakinan ini akan membentuk kebudayaan mereka. Kebudayaan bisa saja menjadi
kepunyaan dari komunitas tunggal, tapi tidak akan pernah menjadi kepunyaan dari
seseorang yang tunggal (individu).
Macam-macam kebudayaan :
Rumah Adat
Rasanya kita pasti sering mendengar tentang rumah adat. Tapi tahukah
kamu apa pengertian dari rumah adat itu sendiri? Rumah adat adalah salah satu
bentuk kebudayaan Indonesia yang lahir dari seni bangunan atau arsitektur dan
biasanya memiliki cirikhas khusus tergantung pada daerah asalnya. Bentuk
kebudayaan satu ini digunakan untuk tempat hunian oleh suatu suku bangsa
tertantu. Dan tahukah kamu bahwa rumah adat yang ada di setiap daerah merupakan
representasi daripada kebudayaan yang paling tinggi dalam sebuah komunitas suku
ataupun masyarakat. Pada artikel sebelumnya kita juga telah membahasa mengenai
rumah adat yang termasuk ke dalam contoh seni bangunan Indonesia.
Pakaian Adat
Jangan salah, Pakaian adat atau pakaian tradisional juga merupakan salah
satu dari banyaknya kebudayaan yang ada di Indonesia. Selain karena ciri khas
dari setiap daerah, pakaian adat juga dapat merepresentasikan karakter ataupun
prinsip dari suku atau masyarakat daerah tertentu. Indonesia memiliki banyak
sekali pakaian adat yang ada di setiap daerahnya, bahkan ada beberapa daerah
yang memiliki lebih dari satu jenis pakaian adat. Selain itu pakaian adat
Indonesia juga kerap menuai pujian dari negara-negara lain. Jika negara lain
saja terpukau dengan kebudayaan Indonesia, kenapa kita harus malu mengenakan
pakaian adat kita sendiri? Dan jika kalian telaah dan perhatikan, pakaian adat
adalah salah satu hasil karya cabang seni rupa terapan.
Upacara Adat
Salah satu cara untuk mengenang dan mengenal sejarah suatu suku atau
masyarakat adalah melalui upacara. Arti dari kata upcara adalah serangkaian
tindakan atau perbuatan yang terikat pada aturan tertentu berdasarkan adat
istiadat, agama dan kepercayaan. Istilah upacara adat sendiri memiliki arti
yakni salah satu cara menelusuri jejak sejarah masyarakat Indonesia pada masa
praaksara. Upacara adat yang dimaksud disini diantaranya upacara penguburan,
upacara perkawinan, upacara labuhan, upacara camas pusaka dan masih banyak
lagi.
Musik nusantara merupakan cabang seni khususnya seni musik yang lahir
dan berkembang di seluruh wilayah kepualaun Indonesia dan juga merupakan
kebiasaan turun menurun yang masih dijalankan dalam masyarakat. Seperti halnya
kebudayaan lainnya, seni musik juga tersebar di seluruh daerah dan memiliki
cirikhas masing-masing. Cabang seni musik nusantara ini juga dapat digolongkan
ke dalam beberapa jenis seperti : Musik daerah (karawitan, keroncong, dll),
musik perjuangan (Lagu-lagu nasional seperti halo-halo bandung, dll), musik
anak-anak (Pok Ame-ame, Kasih Ibu, Balonku ada lima,dll), musik populer (
Dangdut, dll).
Seni Tari Tradisional
Tidak kalah dengan kebudayaan lainnya, seni tari juga memiliki berbagai
macam jenis yang tersebar di seluruh wilayah kepulauan Indonesia. Secara
umum pengertian seni tari adalah suatu gerak ritmis yang dapat
menghadirkan karakter manusia saat mereka bertindak. Jenis-jenis seni tari sangatlah banyak, salah satunya adalah
seni tari tradisional. Seni tari tradisional adalah seni tari yang lahir
dan berkembang di seluruh wilayah kepulauan Indonesia. Ia lahir sebagai buah
pemikiran dan pengaplikasian nilai-nilai kepercayaan masyarakat setempat.
Seni Rupa Tradisional
Mungkin diantara kalian sudah banyak yang faham dan hatam tentang seni
rupa. Ya, banyak sekali hasil karya sein rupa yang lahir dan berkembang di
Indonesia, baik terapan ataupun karya seni rupa murni. Diantaranya ada seni
bangunan, batik, cobek, dll.
Senjata Tradisional
Produk budaya yang satu ini erat hubungannya dengan suatu masyarakat
tertentu. Selain lahir sebagai bentuk melindungi dari serangan musuh, senjata
tradisional juga lahir untuk menopang kegiatan berladang dan berburu yang
menjadi mata pencaharian masyarakat jaman dulu. Dewasa ini, senjata tradisional
menjadi identitas suatu bangsa yang mengambil peran dan turut serta memperkaya
kebudayaan indonesia.
Suku Bangsa
Kita semua pasti tidak asing dengan kata satu ini. Ya, Suku. Kata yang
selalu dikaitkan dan menjadi dasar atau komponen yang tidak dapat dilepaskan
dari kebudayaan, khususnya kebudayaan Indonesia. Secara istilah, suku adalah
sebuah realitas /kenyataan dari kelompok masyarakat tertentu di daerah yang
ditandai oleh adanya kebiasaan-kebiasaan dan praktek hidup yang ada pada
kelompok masyarakat itu sendiri. Kebudayaan Indonesia benar-benar tidak dapat
dipisahkan dari suku itu sendiri. contohnya seperti kebudayaan suku jawa, kebudayaan suku dayak, kebudayaan suku batak, kebudayaan suku minangkabau, kebudayaan suku bugis, kebudayaan suku banjar, Kebudayaan suku Amungme, Kebudayaan Suku Alor, Kebudayaan Suku Akit, dll.
Bahasa Daerah
Ya, jangan kalian sangka bahwa Bahasa Daerah bukan merupakan sebuah
kebudayaan. Menurut wikipedia bahasa daerah adalah suatu bahasa yang dituturkan
di suatu wilayah dalam sebuah negara kebangsaan pada suatu daerah kecil, negara
bagian ataupun provinsi. Fungsi dari bahasa daerah adalah sebagai identitas
suatu kelompok masyarakat. Jumlah bahasa daerah di Indonesia sendiri adalah
sebanyak 652 bahasa.
Itulah macam macam kebudayaan Indonesia yang sudah sepatutnya kita jaga
dan kita lestarikan. Dari penjelasan di atas kita dapat memehami bahwa Bangsa
Indonesia adalah bangsa yang kaya akan kebudayaan. Semua kebudayaan itu
digolongkan ke dalam berbagai macam bentuk, seperti Rumah adat, pakaian adat,
upacara adat, seni tari, seni musik, bahasa daerah, lagu daerah, dll.
Pengaruh kebudayaan dalam kehidupan masyarakat :
Ada beberapa unsur-unsur yang dapat mempengaruhi budaya. Mempelajari
unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah kebudayaan sangat penting untuk memahami
kebudayaan manusia. Kluckhon dalam bukunya yang berjudul Universal Categories
of Culture membagi kebudayaan yang ditemukan pada semua bangsa di dunia dari
sistem kebudayaan yang sederhana seperti masyarakat pedesaan hingga sistem
kebudayaan yang kompleks seperti masyarakat perkotaan. Kluckhon membagi sistem
kebudayaan menjadi tujuh unsur kebudayaan universal atau disebut dengan
kultural universal. 7 unsur kebudayaan yaitu:
1. Sistem Ekonomi/Mata Pencaharian Hidup
Mata pencaharian atau aktivitas ekonomi suatu masyarakat menjadi fokus
kajian penting etnografi. Penelitian etnografi mengenai sistem mata pencaharian
mengkaji bagaimana cara mata pencaharian suatu kelompok masyarakat atau sistem
perekonomian mereka untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Sistem ekonomi pada
masyarakat tradisional, antara lain
a. berburu dan meramu;
b. beternak;
c. bercocok tanam di ladang;
d. menangkap ikan;
e. bercocok tanam menetap dengan sistem irigasi.
Di pedesaan menjadi petani menjadi sumber penghasilan masyarakat pedesaan sementara diperkotaan pekerjaan sebagai karyawan menjadi sumber penhasilan untuk mencari nafkah.
2. Peralatan dan Perlengkapan Hidup (Sistem Teknologi)
Peralatan dan Perlengkapan Hidup merupakan semua sarana dan prasarana yang digunakan oleh manusia/masyarakat dalam setiap proses kehidupan terutama dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup.
Teknologi merupakan cara/teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan. Perhatian awal para antropolog dalam memahami kebudayaan manusia berdasarkan unsur teknologi yang dipakai suatu masyarakat berupa benda-benda yang dijadikan sebagai peralatan hidup dengan bentuk dan teknologi yang masih sederhana.
a. berburu dan meramu;
b. beternak;
c. bercocok tanam di ladang;
d. menangkap ikan;
e. bercocok tanam menetap dengan sistem irigasi.
Di pedesaan menjadi petani menjadi sumber penghasilan masyarakat pedesaan sementara diperkotaan pekerjaan sebagai karyawan menjadi sumber penhasilan untuk mencari nafkah.
2. Peralatan dan Perlengkapan Hidup (Sistem Teknologi)
Peralatan dan Perlengkapan Hidup merupakan semua sarana dan prasarana yang digunakan oleh manusia/masyarakat dalam setiap proses kehidupan terutama dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup.
Teknologi merupakan cara/teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan. Perhatian awal para antropolog dalam memahami kebudayaan manusia berdasarkan unsur teknologi yang dipakai suatu masyarakat berupa benda-benda yang dijadikan sebagai peralatan hidup dengan bentuk dan teknologi yang masih sederhana.
3. Sistem Kekerabatan dan Organisasi Sosial
Unsur budaya berupa sistem kekerabatan dan organisasi social merupakan
usaha antropologi untuk memahami bagaimana manusia membentuk masyarakat melalui
berbagai kelompok sosial. Menurut Koentjaraningrat tiap kelompok masyarakat
kehidupannya diatur oleh adat istiadat dan aturan-aturan mengenai berbagai
macam kesatuan di dalam lingkungan di mana dia hidup dan bergaul dari hari ke
hari.
Kekerabatan
Ada beberapa sistem kekerabatan yang dimiliki/dijalani oleh masyarakat di Indonesia, yaitu:
a. Sistem Kekerabatan Bilateral
Sistem Kekerabatan Bilateral, adalah system kekerabatan yang menghitung garis keturunan dari dua pihak, yaitu dari pihak ayah dan ibu secara seimbang/bersama-sama
b. Sistem Kekerabatan Unilateral
Sistem kekerabatan Unilateral, adalah system kekerabatan yang menghitung garis keturunan dari satu pihak, yaitu dari pihak ibu saja yang disebut system matrilineal atau dari pihak ayah saja yang disebut system patrilineal.
c. Sistem Kekerabatan Ambilineal
Sistem Kekerabatan Ambilineal, adalah system kekerabatan yang menghitung garis keturunan dari pihak ayah dan pihak ibu secara bergantian, atau bisa dikatakan menghitung garis keturunan sebagian dari pihak ayah sebagian dari pihak ibu.
Kekerabatan
Ada beberapa sistem kekerabatan yang dimiliki/dijalani oleh masyarakat di Indonesia, yaitu:
a. Sistem Kekerabatan Bilateral
Sistem Kekerabatan Bilateral, adalah system kekerabatan yang menghitung garis keturunan dari dua pihak, yaitu dari pihak ayah dan ibu secara seimbang/bersama-sama
b. Sistem Kekerabatan Unilateral
Sistem kekerabatan Unilateral, adalah system kekerabatan yang menghitung garis keturunan dari satu pihak, yaitu dari pihak ibu saja yang disebut system matrilineal atau dari pihak ayah saja yang disebut system patrilineal.
c. Sistem Kekerabatan Ambilineal
Sistem Kekerabatan Ambilineal, adalah system kekerabatan yang menghitung garis keturunan dari pihak ayah dan pihak ibu secara bergantian, atau bisa dikatakan menghitung garis keturunan sebagian dari pihak ayah sebagian dari pihak ibu.
Organisasi sosial
Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk masyarakat
baik formal maupun non formal (berbadan hokum maupun tidak berbadan hokum).
Berdasarkan bidang kegiatannya, organisasi sosial di masyarakat dibedakan menjadi:
a. Organisasi Sosial di bidang Pendidikan, misalnya sekolah, lembaga pelatihan, LPK, dll.
b. Organisasi Sosial di bidang Kesejahteraan Sosial, misalnya Panti Asuhan, Panti Jumpo, dan sebagainya.
c. Organisasi Sosial di bidang Kesehatan, misalnya Rumah Sakit, Balai Pengobatan.
d. Organisasi Sosial di bidang Keadilan, misalnya LBH.
Berdasarkan bidang kegiatannya, organisasi sosial di masyarakat dibedakan menjadi:
a. Organisasi Sosial di bidang Pendidikan, misalnya sekolah, lembaga pelatihan, LPK, dll.
b. Organisasi Sosial di bidang Kesejahteraan Sosial, misalnya Panti Asuhan, Panti Jumpo, dan sebagainya.
c. Organisasi Sosial di bidang Kesehatan, misalnya Rumah Sakit, Balai Pengobatan.
d. Organisasi Sosial di bidang Keadilan, misalnya LBH.
4. Sistem Ilmu dan Pengetahuan
Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia tentang benda, sifat, keadaan, dan harapan-harapan. Pengetahuan merupakan segala sesuatu yang dapat diketahui, diterima dan dipahami oleh manusia dalam penggunaan panca indranya.
Setiap masyarakat, tidak mungkin dapat hidup tanpa pengetahuan tentang alam sekitarnya dan sifat-sifat dari peralatan hidup yang mereka pakai.
Sistem Pengetahuan dapat dibedakan menjadi:
a. Pengetahuan tentang alam
b. Pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan
c. Pengetahuan tentang tubuh manusia
d. Pengetahuan tentang sifat dan tingkah laku sesama manusia
e. Pengetahuan tentang ruang dan waktu
5. Sistem Bahasa
Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia tentang benda, sifat, keadaan, dan harapan-harapan. Pengetahuan merupakan segala sesuatu yang dapat diketahui, diterima dan dipahami oleh manusia dalam penggunaan panca indranya.
Setiap masyarakat, tidak mungkin dapat hidup tanpa pengetahuan tentang alam sekitarnya dan sifat-sifat dari peralatan hidup yang mereka pakai.
Sistem Pengetahuan dapat dibedakan menjadi:
a. Pengetahuan tentang alam
b. Pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan
c. Pengetahuan tentang tubuh manusia
d. Pengetahuan tentang sifat dan tingkah laku sesama manusia
e. Pengetahuan tentang ruang dan waktu
5. Sistem Bahasa
Bahasa merupakan sarana bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan sosialnya
untuk berinteraksi atau berhubungan dengan sesamanya. Dalam ilmu antropologi,
studi mengenai bahasa disebut dengan istilah antropologi linguistik.
Menurut Koentjaraningrat, unsur bahasa atau sistem perlambangan manusia
secara lisan maupun tertulis untuk berkomunikasi adalah deskripsi tentang
ciri-ciri terpenting dari bahasa yang diucapkan oleh suku bangsa yang bersangkutan
beserta variasivariasi dari bahasa itu. Ciri-ciri menonjol dari bahasa suku
bangsa tersebut dapat diuraikan dengan cara membandingkannya dalam klasifikasi
bahasa-bahasa sedunia pada rumpun, subrumpun, keluarga dan subkeluarga. Menurut
Koentjaraningrat menentukan batas daerah penyebaran suatu bahasa tidak mudah
karena daerah perbatasan tempat tinggal individu merupakan tempat yang sangat
intensif dalam berinteraksi sehingga proses saling memengaruhi perkembangan
bahasa sering terjadi.
6. Kesenian
Perhatian ahli antropologi mengenai seni bermula dari penelitian
etnografi mengenai aktivitas kesenian suatu masyarakat tradisional. Deskripsi
yang dikumpulkan dalam penelitian tersebut berisi mengenai benda-benda atau
artefak yang memuat unsur seni, seperti patung, ukiran, dan hiasan. Penulisan
etnografi awal tentang unsur seni pada kebudayaan manusia lebih mengarah pada
teknikteknik dan proses pembuatan benda seni tersebut. Selain itu, deskripsi
etnografi awal tersebut juga meneliti perkembangan seni musik, seni tari, dan
seni drama dalam suatu masyarakat.
Kesenian secara umum dapat dibedakan menjadi:
a. Seni Rupa, yaitu kesenian yang dapat dinikmati secara visual (melalui mata).
b. Seni Suara, yaitu kesenian yang dapat dinikmati melalui telinga/didengar.
c. Seni Drama, yaitu kesenian yang dapat dinikmati melalui mata dan telinga (dilihat dan didengarkan). Seni drama mengandung unsure-unsur dari seni lukis, seni musik, sastra, dan tari.
Kesenian secara umum dapat dibedakan menjadi:
a. Seni Rupa, yaitu kesenian yang dapat dinikmati secara visual (melalui mata).
b. Seni Suara, yaitu kesenian yang dapat dinikmati melalui telinga/didengar.
c. Seni Drama, yaitu kesenian yang dapat dinikmati melalui mata dan telinga (dilihat dan didengarkan). Seni drama mengandung unsure-unsur dari seni lukis, seni musik, sastra, dan tari.
7. Sistem Religi
Koentjaraningrat menyatakan bahwa asal mula permasalahan fungsi religi
dalam masyarakat adalah adanya pertanyaan mengapa manusia percaya kepada adanya
suatu kekuatan gaib atau supranatural yang dianggap lebih tinggi daripada
manusia dan mengapa manusia itu melakukan berbagai cara untuk berkomunikasi dan
mencari hubungan-hubungan dengan kekuatan-kekuatan supranatural tersebut.
Dalam usaha untuk memecahkan pertanyaan mendasar yang menjadi penyebab
lahirnya asal mula religi tersebut, para ilmuwan sosial berasumsi bahwa religi
suku-suku bangsa di luar Eropa adalah sisa dari bentuk-bentuk religi kuno yang
dianut oleh seluruh umat manusia pada zaman dahulu ketika kebudayaan mereka
masih primitif.
Kebudayaan memiliki fungsi yang besar bagi manusia dan masyarakat,
karena kekuatan yang harus dihadapi oleh masyarakat dan anggota-anggotanya
(misalnya kekuatan alam) yang tidak selalu baik bagi mereka. Ditambah lagi
manusia sebagai masyarakat itu sendiri perlu kepuasan baik spiritual maupun
material. Apabila manusia sudah dapat mempertahankan diri dan menyesuaikan diri
dengan alam serta hidup damai dengan manusia-manusia lainnya, maka akan timbul
keinginan untuk menyatakan perasaan dan keinginan yang akan disalurkan seperti
kesenian.
Jadi, fungsi kebudayaan bagi masyarakat dapat kita bagi sebagai berikut:
1. Melindungi diri dari alam
Hasil karya manusia melahirkan tekhnologi yang mempunyai kegunaan utama di dalam melindungi masyarakat terhadap lingkungan alamnya. Dengan tekhnologi, manusia dapat memanfaatkan dan mengolah alam untuk kebutukan hidupnya, sehingga manisia dapat menguasai alam.
2. Mengatur tindakan manusia
Dalam kebudayaan ada norma, aturan kaidah, dan adat istiadat yang kesemuanya itu berfungsi untuk mengatur bagaimana manusia bertindak dan berlaku dalam pergaulan hidup dengan anggota masyarakat lainnya. Dalam mengatur hubungan antar manusia, kebudayaan dinamakan pula sebagai “design for living” artinya kebudayaan adalah garis-garis pokok tentang perikelakuan atau “blue print for behavior”, yang menetapkan peraturan-peraturan mengenai apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan.
Unsur-unsur normativ yang merupakan bagian dari kebudayaan itu diantaranya adalah:
• Unsur yang menyangkut pertanian, berhubungan dengan hal-hal yang baik dan buruk, menyenangkan dan tidak menyenangkan. Misalnya, perilaku laki-laki yang memakai anting, kalung, tato, rambut panjang, dan lain sebagainya yang terdapat dalam kehidupan bermasyarakat dan pasti ada yang menilai baik dan buruknya.
• Unsur keharusan, yaitu apa yang harus dilakukan seseorang.
• Unsur kepercayaan. Misalnya, harus mengadakan upacara adat pada saat kelahiran, perkawinan, kematian, dan lain-lain.
3. Sebagai wadah segenap perasaan
Kebudayaan berfungsi sebagai wadah atau tempat mengungkapkan perasaan seseorang dalam masyarakat ataupun untuk memuaskan keinginan, misalnya dengan adanya seni-seni dalam masyarakat.
Jadi, fungsi kebudayaan bagi masyarakat dapat kita bagi sebagai berikut:
1. Melindungi diri dari alam
Hasil karya manusia melahirkan tekhnologi yang mempunyai kegunaan utama di dalam melindungi masyarakat terhadap lingkungan alamnya. Dengan tekhnologi, manusia dapat memanfaatkan dan mengolah alam untuk kebutukan hidupnya, sehingga manisia dapat menguasai alam.
2. Mengatur tindakan manusia
Dalam kebudayaan ada norma, aturan kaidah, dan adat istiadat yang kesemuanya itu berfungsi untuk mengatur bagaimana manusia bertindak dan berlaku dalam pergaulan hidup dengan anggota masyarakat lainnya. Dalam mengatur hubungan antar manusia, kebudayaan dinamakan pula sebagai “design for living” artinya kebudayaan adalah garis-garis pokok tentang perikelakuan atau “blue print for behavior”, yang menetapkan peraturan-peraturan mengenai apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan.
Unsur-unsur normativ yang merupakan bagian dari kebudayaan itu diantaranya adalah:
• Unsur yang menyangkut pertanian, berhubungan dengan hal-hal yang baik dan buruk, menyenangkan dan tidak menyenangkan. Misalnya, perilaku laki-laki yang memakai anting, kalung, tato, rambut panjang, dan lain sebagainya yang terdapat dalam kehidupan bermasyarakat dan pasti ada yang menilai baik dan buruknya.
• Unsur keharusan, yaitu apa yang harus dilakukan seseorang.
• Unsur kepercayaan. Misalnya, harus mengadakan upacara adat pada saat kelahiran, perkawinan, kematian, dan lain-lain.
3. Sebagai wadah segenap perasaan
Kebudayaan berfungsi sebagai wadah atau tempat mengungkapkan perasaan seseorang dalam masyarakat ataupun untuk memuaskan keinginan, misalnya dengan adanya seni-seni dalam masyarakat.
Hubungan Antara Unsur Kebudayaan dalam Masyarakat
1. Peralatan dan perlengkapan hidup hasil karya manusia melahirkan
teknologi/budaya salah satu dari hasil teknologi adalah melindungi manusia.
2. Alat-alat produksi
Alat-alat yang berfunsi melaksanakan suatu pekerjaan produktif.
3. Senjata
Dalam masyarakat tradisyonal maupun masyarakat modern, senjata memiliki fungsi yang berbeda.
4. Wadah
Alat atau piranti untuk menampung/menyimpan barang-barang
5. Makanan dan minuman
Merupakan barang-barang yang dikonsumsi manusia.
6. Pakaian dan perhiasan
Bahan pakaian pada zaman dahulu berbeda dengan bahan pakaian zaman sekarang, begitu juga dengan perhiasan.
7. Rumah/tempat berlindung
Rumah sebagai tempat berteduh, memiliki model dan bentuk yang berbeda-beda.
8. Alat transportasi
Untuk melaksanakan aktivitasnya manusia memerlukan alat transportasi yang memadai.
2. Alat-alat produksi
Alat-alat yang berfunsi melaksanakan suatu pekerjaan produktif.
3. Senjata
Dalam masyarakat tradisyonal maupun masyarakat modern, senjata memiliki fungsi yang berbeda.
4. Wadah
Alat atau piranti untuk menampung/menyimpan barang-barang
5. Makanan dan minuman
Merupakan barang-barang yang dikonsumsi manusia.
6. Pakaian dan perhiasan
Bahan pakaian pada zaman dahulu berbeda dengan bahan pakaian zaman sekarang, begitu juga dengan perhiasan.
7. Rumah/tempat berlindung
Rumah sebagai tempat berteduh, memiliki model dan bentuk yang berbeda-beda.
8. Alat transportasi
Untuk melaksanakan aktivitasnya manusia memerlukan alat transportasi yang memadai.
Sumber pustaka :
http://pustaka-makalah.blogspot.co.id/2011/03/kebudayaan-dalam-kehidupan-masyarakat.html
Komentar
Posting Komentar